Mengukir hari hari di negeri piramida itu unik rupanya. Belajar menyibak
bongkahan kisah yang masih mengundang misteri. Memasuki labirin kehidupan yang
terkadang banyak tak sabar menghadapinya. Kejutan demi kejutan terus saja
berdatangan tanpa salam, pastinya. Aku coba bermain main dengan crayon yang ada
di sampingku. Wah.. Asik pikirku, ada warna coklat, hijau, biru, merah, kuning
dll. Tak adil rupanya, jika aku berharap mendapatkan senyuman namun enggan
dengan segukan tangisan. Itulah kehidupan.. dia butuh ratusan, ribuan bahkan
jutaan lembaran bersama tenggelamnya senja.
Entah, aku tak ingat itu hari apa. Memakai baju apa, setelah sarapan apa.
Tapi yang pasti tatkala itu aku sedang membereskan kamarku yang kecil.
Membersihkan sebahagian buku yang mulai berdebu. Menata kembali coretan yang
banyak menolehkan ketawa kecil. Tiba tiba perhatianku beralih kepada sebuah
kertas usang berwarna putih. Aku mengambilnya perlahan lahan.Hatiku tak karuan,
kacau dibuatnya. Seperti mengulur waktu. Ya, aku mengingatnya. Tulisan ini
dikirim dua tahun yang lalu. Di masa aku tengah dimabuk muqarrar dalam
menghadapi perang melawan imtihan qabul. Kubaca perlahan lahan, dan ini adalah
isinya ::
---
Bismillahirrahmanirrahim
Nida..
Bagaimana kabarmu teh, di sana ? Semoga dalam lindungan Allah ya
Nida..
Mohon terima dengan baik hasil jerih payah umi ya.. Umi kumpulkan uang umi
ini untuk beli tape recorder yang nida butuhkan. Semoga bisa dimanfaatkan
dengan sebaik baiknya. Rekam semua ilmu yang nida anggap penting. Umi juga
belikan FD 32 GB untuk tambahan data lebih banyak lagi. Tolong
"dijaga" persembahan umi ini. Semoga di kuliah nanti nida juga
diberikan kemudahan kemudahan lainnya. Aamiin.
Umi berharap dengan kemudahan ini, nida bertambah bersyukur dan tambah
semangat !! Semangat menjadi anak sholehah yang taat. Yang faham betul dengan
kewajiban nida sebagai hamba Allah, takut bermaksiyat, rajin belajar, berkahlaq
mulia serta menjaga pergaulan.
Nida..
Tidak banyak yang umi abi inginkan dari nida.. Hanya......"jadilah
muslimah sholihah yang taat Islam" karena kelak nida nantinya akan dewasa
dengan Islam dan bisa bertanggung jawab dengan baik.
Umi, abi, dan adik adik semua sayang nida dan kangen nida.. Semoga kita
semua bisa bersabar dan bertemu nida di liburan nida nanti..
Mohon doakan umi, abi bisa kumpulkan biaya biaya nida liburan di Indonesia
dan Ramadhan bisa shaum bareng dan ikhtikaf bareng ya.....
Aamiin ya Rabb..
Semoga Allah ijabah min haytsu la yahtasib..
Sudah dulu ya..
Selamat belajar !!!
Selamat berjuang !!!
Selamat mencari keridhoan Allah...
Semoga Allah senantiasa melindungi, menjaga dan berikan kasih sayangnyanya
untuk Nida..
Aamiin..
Umi sayang Nida
(Ttd)
---
Dua hati dua ikatan tanpa basa basi. Hanya ditemukan antara kedua orang tua
dan anaknya. Kami anak rantau, jauh di seberang. Harus selalu ingat setiap bait
nasehat kedua orang tua. Mungkin, sesekali bahkan berkali kali berkhianat
dengan amanah yang diberikan.
"Nak, belajar lah" tapi nyatanya apa ?
Menghabiskan uang untuk jajan tak karuan, bukan untuk pelajaran.
"Nak, tuntutlah ilmu" tapi realitasnya ?
Malas menghapal Al-Quran, hadits apalagi matan.
"Nak, sungguh sungguh ya" buktinya ?
Tidur tiduran sehabis subuh ditegakkan.
Ayolah.. Bicara dari hati kehati
Masih ada waktu untuk berubah
Masih ada kesempatan untuk menjadi lebih baik
Tentu kita ingat kapan pertama tiba di Mesir bukan?
Semoga tanggal sakral itu bisa menjadi pecutan prestasi
---
Persembahkan "Kecupan Rindu" untuk kedua orangtua mu.
---
(Tulisan ini dipersembahkan untuk seluruh teman teman seperjuangan. Semoga
dimudahkan setiap imtihannya. Bit tawfiq wan Najah)
Serpihan senja
Di Cairo
15:15


0 komentar